Jadi yang Pertama di Jatim, MAN 1 Pasuruan Luncurkan Bursa Kerja Khusus

Kepala MAN 1 Pasuruan Nasrudin bersama jajaran dan tamu undangan saat peresmian Bursa Kerja Khusus (BKK) MAN 1 Pasuruan, Kamis (10/9/2026).

PASURUAN | gatradaily.com – MAN 1 Pasuruan meluncurkan Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk membantu lulusan madrasah mendapatkan akses ke dunia usaha dan dunia industri (DU/DI). BKK tersebut resmi diluncurkan pada Kamis (10/9/2026).

Kepala MAN 1 Pasuruan Nasrudin mengatakan, pembentukan BKK merupakan bagian dari upaya madrasah membuka akses yang lebih luas bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurut dia, tidak semua siswa memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebagian lulusan memilih langsung bekerja untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengembangkan keterampilan yang diperoleh selama bersekolah.

“Ini hasil kerja tim dalam rangka mewadahi anak kami, yang tidak semua ingin ke meja kuliah,” kata Nasrudin.

MAN 1 Pasuruan sendiri memiliki program MA Plus Keterampilan. Program tersebut membekali siswa tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga berbagai keterampilan yang dapat menunjang kesiapan memasuki dunia kerja.

Keterampilan yang diberikan antara lain aplikasi perkantoran, desain grafis, programming, hingga robotik.

Melalui BKK, keterampilan tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri. Siswa dan alumni nantinya bisa mendapatkan informasi lowongan pekerjaan, pendampingan pembuatan surat lamaran dan curriculum vitae (CV), persiapan menghadapi wawancara kerja, serta informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan.

BKK juga berfungsi melakukan penelusuran alumni setelah mereka lulus. Penelusuran tersebut mencakup alumni yang bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun yang masih mencari pekerjaan.

Nasrudin mengatakan, MAN 1 Pasuruan saat ini menjadi satu-satunya madrasah negeri di Jawa Timur yang memiliki BKK.

“Saya harap suatu saat tim kami bisa menyambut kebutuhan industri dan akan kita siapkan,” ujarnya.

Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan Achmad Shampton mengatakan, keberadaan BKK tidak seharusnya hanya menjadi penghubung antara lulusan dengan perusahaan.

Menurut dia, lulusan madrasah memiliki nilai tambah berupa pendidikan agama yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.

“Bagaimana nuansa agama bisa mewarnai proses pencarian kerja,” kata Shampton.

Ia menilai keberhasilan sebuah madrasah tidak semestinya hanya dilihat dari jumlah lulusan yang berhasil masuk perguruan tinggi.

Sebab, setiap siswa memiliki minat, kemampuan, dan pilihan yang berbeda setelah menyelesaikan pendidikan.

Shampton juga mengatakan, perusahaan tidak selalu membutuhkan pekerja dengan jenjang pendidikan paling tinggi. Dalam kondisi tertentu, industri justru membutuhkan lulusan madrasah aliyah (MA) atau SMK yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Karena itu, keterampilan teknis perlu diimbangi dengan etos dan etika kerja.

“Perlu kiranya anak-anak madrasah diberi kurikulum khusus terkait etos kerja, etika kerja dan lainnya,” ujarnya.

Menurut Shampton, BKK dapat menjadi sarana untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi yang dimiliki lulusan madrasah.

“Kita perlu menjadi solusi atas kebutuhan mereka, maka kita perlu sesuaikan dan siapkan,” katanya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Rakhmat Syarifudin mengatakan, akses terhadap dunia kerja menjadi kebutuhan penting bagi para lulusan sekolah.

Ia menyebut setiap tahun terdapat lebih dari 10.000 lulusan yang masuk ke pasar kerja. Khusus lulusan SMK, jumlahnya diperkirakan mencapai 11.000 hingga 12.000 orang.

Menurut Rakhmat, kondisi tersebut membutuhkan hubungan yang lebih terbuka antara dunia pendidikan, pencari kerja, dan industri.

“Saat ini kita bangun paradigma lebih terbuka bagi industri, pencari kerja, dan seluruh pihak yang menghubungkan anak-anak kita dan pekerja,” ujar Rakhmat.

Ia mengatakan, dunia pendidikan dan dunia kerja tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

Bahkan, menurut dia, sebagian pelajar sudah mulai mengenal dunia kerja sebelum lulus, salah satunya melalui pekerjaan paruh waktu.

Rakhmat berharap keberadaan BKK MAN 1 Pasuruan dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi lulusan madrasah untuk memperoleh pekerjaan sesuai kompetensinya.

“Adanya BKK MAN 1 Pasuruan ini diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak kita di Kabupaten Pasuruan,” katanya.(afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup