Aspal jalan Dana Desa 2025 di Dusun Jerukan, Desa Banjarsawah, Probolinggo, tampak retak dan ambles tak lama setelah dikerjakan.
<p style="text-align: justify;"><em><strong>PROBOLINGGO | </strong><strong><span style="color: #ff0000;">gatradaily.com</span></strong></em> – Pekerjaan pengaspalan jalan di Desa Banjarsawah, Dusun Jerukan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, menuai sorotan.</p>
<p style="text-align: justify;">Proyek yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025 senilai Rp 123.235.000 itu diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil pengamatan lapangan tim media, kondisi aspal di sejumlah titik terlihat ambles dan retak, meski proyek tersebut belum lama selesai dikerjakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sugianto dari Aliansi Masyarakat untuk Transparansi Anggaran (AMSTA) Probolinggo menilai kualitas pekerjaan tidak memenuhi standar. Ia menyebut ketebalan aspal diduga tidak sesuai dan material yang digunakan tidak memenuhi spesifikasi teknis.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pekerjaan tahun 2025 sudah ambles dan retak di banyak titik. Ini mengindikasikan proyek diduga kuat tidak sesuai spek dan RAB,” ujar Sugianto, Rabu (12/2/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Ia meminta Inspektorat Kabupaten Probolinggo melakukan penyelidikan dan mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihaknya juga mengimbau masyarakat turut mengawasi penggunaan dana desa agar tepat guna dan tepat sasaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Senada, pegiat lembaga swadaya masyarakat lainnya, Arifin, menilai kerusakan tersebut tidak lepas dari lemahnya fungsi pendampingan dan pengawasan. Menurut dia, monitoring dan evaluasi (monev) oleh pihak kecamatan patut dipertanyakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalau pengawasan berjalan sesuai SOP dan tupoksi, proyek dana desa ini tidak akan cepat rusak,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, Kepala Desa Banjarsawah, Rendi Mamang Ahmad Wahyudi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal serupa juga terjadi pada Camat Tegalsiwalan, Hariyanto, yang belum merespons permintaan konfirmasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun kecamatan terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut.(ze)</p>

SURABAYA | gatradaily.com – Pemerintah resmi menetapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil…
PASURUAN | gatradaily.com – Pengelola Kolam Renang Swargi Pitaloka Asri di Desa Dawesari, Kecamatan Grati,…
PASURUAN | gatradaily.com – Satgas Pangan Polres Pasuruan kembali melakukan pemantauan harga bahan pokok di…
PASURUAN | gatradaily.com – Unit Reserse Kriminal Polsek Purwosari, Polres Pasuruan, berhasil menemukan satu unit…
PASURUAN | gatradaily.com – DPRD Kabupaten Pasuruan menggelar rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)…
PASURUAN | gatradaily.com – Ribuan warga Prigen yang tergabung dalam masyarakat peduli lingkungan menggelar aksi…