<p style="text-align: justify;"><em><strong>PASURUAN</strong></em> | <span style="color: #ff0000;"><em><strong>gatradaily.com</strong></em></span> – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Poros Tengah menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor UPT Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Pasuruan, Senin (22/6/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka mendesak transparansi dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA serta meminta audit terhadap penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP).</p>
<p style="text-align: justify;">Massa mulai berdatangan sekitar pukul 09.30 WIB dengan membawa sejumlah spanduk bertuliskan &#8220;SPMB Bebas Titipan!&#8221;, &#8220;Copot Oknum Main Belakang&#8221;, hingga &#8220;Audit BOS dan BPOPP Sekarang&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam aksi tersebut, para demonstran bergantian menyampaikan orasi di depan kantor UPT Cabdin Pendidikan Wilayah Pasuruan.</p>
<p style="text-align: justify;">Koordinator aksi menilai pelaksanaan SPMB tahun ini perlu diawasi secara ketat karena diduga masih terdapat praktik titipan yang berpotensi merugikan peserta didik yang mengikuti proses seleksi secara murni.</p>
<p style="text-align: justify;">Aliansi Poros Tengah menuntut UPT Cabdin Pendidikan membuka seluruh data SPMB secara transparan, mulai dari jalur afirmasi, domisili, prestasi hingga mutasi beserta dokumen pendukungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jangan ada anak yang berprestasi tergeser hanya karena ada pihak-pihak tertentu yang memiliki akses orang dalam,&#8221; ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain persoalan SPMB, massa juga menyoroti penggunaan dana BOS dan BPOPP di lingkungan sekolah. Mereka menduga terdapat potensi tumpang tindih pembiayaan atau double counting terhadap sejumlah kegiatan yang didanai melalui dua sumber anggaran berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut mereka, beberapa pos anggaran seperti honor guru, pemeliharaan sarana dan prasarana hingga kegiatan kesiswaan berpotensi dibiayai melalui BOS maupun BPOPP secara bersamaan sehingga perlu dilakukan audit secara menyeluruh.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ini harus diperiksa secara terbuka. Jangan sampai ada kegiatan yang dibiayai dua kali menggunakan uang negara,&#8221; tegas koordinator aksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam tuntutannya, Aliansi Poros Tengah juga meminta pencopotan dan penindakan terhadap oknum pejabat maupun kepala sekolah yang terbukti terlibat dalam praktik titipan peserta didik ataupun rekayasa laporan penggunaan anggaran pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Massa turut mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Timur untuk melakukan audit investigatif serta meminta Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi tindak pidana korupsi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat aksi berlangsung, perwakilan UPT Cabdin Pendidikan Wilayah Pasuruan yang diwakili Kepala Seksi SMA, Sungko, menemui massa di gerbang kantor. Namun kehadiran tersebut mendapat penolakan dari peserta aksi yang menginginkan penjelasan langsung dari pimpinan UPT Cabdin.</p>
<p style="text-align: justify;">Massa menilai kehadiran pejabat teknis belum cukup untuk menjawab tuntutan yang mereka sampaikan terkait transparansi SPMB dan pengelolaan anggaran pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Sekitar pukul 11.30 WIB, massa membubarkan diri setelah membacakan petisi berisi sejumlah tuntutan di depan kantor UPT Cabdin Pendidikan Wilayah Pasuruan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum meninggalkan lokasi, Aliansi Poros Tengah menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada audit terbuka dan kejelasan tindak lanjut dari instansi terkait.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan yang disampaikan tidak mendapat respons serius dari pihak berwenang.(ze)</p>

LUMAJANG | gatradaily.com – Dugaan penumpukan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di PT Sengon Hijau…
PASURUAN | gatradaily.com – Polemik Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Randupitu, Kecamatan…
PASURUAN | gatradaily.com – Niat bertemu teman baru yang dikenalnya melalui aplikasi kencan justru berujung…
KOTA PROBOLINGGO | gatradaily.com – Sikap Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan, saat…
PASURUAN | gatradaily.com – Aliansi Poros Tengah Pasuruan (PorTe) mengaku kecewa atas hasil audiensi dengan…
PASURUAN | gatradaily.com – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Tirta Fresindo Jaya…