Rusunawa Tambak Kemerakan Memprihatinkan, Wabup Sidoarjo Soroti 95 Kamar Kosong
SIDOARJO | gatradaily.com – Kondisi Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, mendapat sorotan Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana SAP.
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (6/10/2026), Mimik menemukan kondisi rusunawa yang cukup memprihatinkan. Dari total 114 kamar yang tersedia, hanya sekitar 19 kepala keluarga (KK) yang menempati bangunan tersebut.
Ironisnya, seluruh penghuni rusunawa saat ini merupakan warga terdampak penertiban bangunan liar di Mulyodadi. Sementara sekitar 95 kamar lainnya masih kosong.
Tak hanya minim penghuni, sejumlah fasilitas bangunan juga mengalami kerusakan. Kondisi lingkungan rusunawa pun terlihat kurang terawat.
Mimik menilai kondisi tersebut membuat bangunan yang cukup besar itu belum mampu memberikan manfaat secara maksimal bagi masyarakat. Padahal, masih banyak warga Sidoarjo yang belum memiliki rumah maupun tinggal di hunian yang tidak layak.
“Eman bangunan segini besarnya mangkrak tidak berpenghuni, padahal warga Sidoarjo banyak yang masih membutuhkan tempat hunian. Pemerintah harus hadir untuk membenahi fasilitas yang rusak agar masyarakat yang menempati nantinya merasa nyaman,” ujar Mimik.
Menurutnya, kondisi bangunan dan fasilitas Rusunawa Tambak Kemerakan harus segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Bahkan, renovasi total perlu dipertimbangkan apabila bangunan dinilai sudah tidak layak huni atau berpotensi membahayakan penghuni.
“Kalau bisa ini harus direnovasi total. Kalau memang ada surat-surat dari pemerintah pusat atau kementerian yang belum diserahkan, itu seharusnya segera diurus. Nanti saya komunikasikan dengan Pak Bupati, harus segera ada tindakan secepatnya,” tegasnya.
Mimik berharap setelah seluruh fasilitas diperbaiki dan dinyatakan layak, rusunawa tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu warga Sidoarjo yang membutuhkan hunian.
Ia bahkan mengusulkan agar warga yang belum memiliki rumah atau tinggal di rumah tidak layak diberikan kesempatan menempati rusunawa secara gratis selama satu tahun.
“Kalau sudah dibetulkan dan bagus, nanti warga Kabupaten Sidoarjo yang tidak mempunyai rumah atau rumahnya tidak layak bisa menempati rumah ini gratis selama satu tahun. Ini untuk memancing supaya penghuni penuh dan bangunan ini benar-benar bermanfaat,” jelasnya.
Mimik juga mengaku mendapat informasi adanya masyarakat yang berminat menyewa unit rusunawa. Namun, kondisi fasilitas yang belum memadai menjadi salah satu kendala calon penghuni.
“Informasinya banyak yang memohon untuk menyewa, cuma fasilitasnya kurang memenuhi. Kita lihat sendiri kondisinya, atapnya juga ada yang rusak. Ini harus dibenahi secara total. Daripada nanti ambruk dan membahayakan, lebih baik segera kita anggarkan,” katanya.
Selain persoalan fasilitas dan tingkat hunian, Mimik turut menyoroti status pembangunan rusunawa yang berkaitan dengan pemerintah pusat.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah dengan kementerian terkait harus segera dilakukan agar aset tersebut tidak terbengkalai dan bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Ini pembangunannya dari kementerian. Jangan sampai akhirnya tidak bermanfaat, sia-sia bangunan seperti ini. Di Sidoarjo ada berapa rusun yang terbengkalai, ini harus ada perhatian dari dinas terkait. Nanti akan kita komunikasikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Misyadi, menyampaikan bahwa warga baru menikmati layanan air bersih sekitar tiga bulan terakhir.
Sebelumnya, para penghuni harus mengupayakan pasokan air secara mandiri. Untuk biaya sewa, warga eks Mulyodadi dikenakan tarif Rp185 ribu per KK setiap bulan.
Kondisi Rusunawa Tambak Kemerakan tersebut kini menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah agar bangunan yang memiliki 114 unit itu tidak terus kosong dan dapat benar-benar menjadi solusi hunian bagi masyarakat yang membutuhkan.(syn)*

























