TULUNGAGUNG | gatradaily.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung menggelar Panen Raya hasil pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus pembekalan keterampilan produktif bagi WBP.
Panen Raya tersebut meliputi sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang dikelola secara terpadu di lingkungan lapas. Dari sektor pertanian, WBP berhasil memanen kangkung sekitar 30 kilogram dan terong sebanyak 10 kilogram. Kedua komoditas sayuran itu dibudidayakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Sementara dari sektor perikanan, Lapas Tulungagung juga mencatat hasil panen lele sekitar 50 kilogram. Meski panen lele dilakukan lebih awal, hasilnya tetap menjadi satu rangkaian Panen Raya sebagai wujud keberhasilan program pembinaan perikanan.
Tak hanya itu, sektor peternakan turut memberikan kontribusi melalui budidaya domba Dorper di Binangun Farm. Dengan pendampingan petugas dan penerapan manajemen peternakan yang baik, domba Dorper hasil pembinaan dinilai memiliki kualitas yang kompetitif dan telah berhasil dipasarkan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Ma’ruf Prasetyo Hadianto mengatakan, Panen Raya ini menjadi bukti konkret peran pemasyarakatan dalam mendukung agenda strategis ketahanan pangan nasional.
“Mulai dari kangkung, terong, lele, hingga domba Dorper, semuanya merupakan hasil kerja keras warga binaan yang dibina secara berkelanjutan. Alhamdulillah, hasilnya tidak hanya mencukupi, tetapi juga memiliki nilai jual,” ujar Ma’ruf saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut akan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian di berbagai sektor.
Ke depan, Lapas Tulungagung berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan serta memperkuat sinergi agar pemasyarakatan semakin produktif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.(syn)
























Tinggalkan Balasan