PROBOLINGGO | gatradaily.com – Insiden patahnya kapal tongkang BG MARINE POWER 3303 saat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Jetty 1 PT DABN, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis dini hari (25/12/2025), menuai sorotan sejumlah elemen masyarakat.
Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan lemahnya pengawasan dalam proses bongkar muat.
Kapal tongkang bermuatan batu split (batu koral) itu dilaporkan patah di bagian tengah saat sandar dan melakukan bongkar muat.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun insiden ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pekerja pelabuhan.
Sejumlah lembaga masyarakat mempertanyakan peran pengelola pelabuhan dan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo dalam memastikan standar keselamatan dan pengawasan operasional di area pelabuhan.
Aktivis sekaligus penasihat Ormas Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI), Utoro Yuawanto, menilai insiden tersebut seharusnya dapat dicegah. Ia menduga, patahnya tongkang terjadi akibat kecerobohan dalam proses bongkar muat di lapangan.
“Insiden ini diduga akibat kurangnya pengawasan saat bongkar muat berlangsung. Pengawasan dari pihak terkait seharusnya lebih ketat agar kejadian serupa tidak terjadi,” ujar Utoro, Kamis (25/12/2025).
Utoro yang pernah berkecimpung di usaha bongkar muat pelabuhan menegaskan, keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama, bukan semata-mata mengejar keuntungan.
“Jangan terburu-buru dan asal-asalan dalam operasional. Keselamatan para pekerja di pelabuhan harus diutamakan,” katanya.
Di sisi lain, insiden ini juga memunculkan kembali sorotan terhadap iklim usaha di Pelabuhan PT DABN.
Sejumlah pihak menilai akses kemitraan bagi pengusaha lain masih menghadapi kendala, meski hal tersebut masih berupa dugaan dan belum mendapat klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT DABN maupun KSOP Kelas IV Probolinggo belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti insiden patahnya kapal tongkang tersebut maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan.
Peristiwa ini menambah daftar insiden keselamatan kerja di kawasan pelabuhan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.(ze)
























Tinggalkan Balasan