SURABAYA | gatradaily.com – Banyak orang bekerja keras setiap hari, tetapi tetap merasa kecil saat harus berbicara di ruang publik. Di tempat kerja maupun lingkungan sosial, pendapat mereka kerap terabaikan, meski substansinya tepat. Situasi ini perlahan mengikis kepercayaan diri dan membatasi ruang gerak.
Pertanyaannya, apakah posisi seseorang dalam hidup semata ditentukan oleh jabatan dan materi, atau justru oleh cara memilih kata saat berbicara dan merespons?
Sejumlah penelitian, termasuk dari Stanford University, menunjukkan bahwa persepsi kecerdasan dan pengaruh sosial lebih banyak dibentuk oleh cara penyampaian dibandingkan isi pesan itu sendiri.
Dengan kata lain, orang yang cermat memilih kata kerap dianggap lebih mampu, meskipun latar belakangnya biasa saja. Masalahnya bukan pada kurangnya kemampuan, melainkan ketidaksadaran dalam menggunakan bahasa secara strategis.
Kabar baiknya, kemampuan ini dapat dilatih. Tanpa perlu retorika tinggi, ada tujuh prinsip sederhana yang dapat membantu seseorang tampil lebih percaya diri dan dihargai.
- Pertama, menyadari nilai setiap kata. Pilihan kata membentuk kesan awal dan menentukan posisi dalam percakapan. Kesadaran ini menjadi fondasi utama dalam berkomunikasi.
- Kedua, menghindari bahasa yang meremehkan diri sendiri. Ungkapan seperti “cuma” atau “sekadar” sering terdengar aman, namun berisiko mengecilkan kontribusi di mata orang lain.
- Ketiga, memilih kata yang netral dan tenang. Bahasa emosional kerap mengaburkan pesan. Nada yang terjaga membantu isi pembicaraan lebih mudah diterima.
- Keempat, tidak membela diri secara berlebihan. Jawaban yang ringkas dan tepat sasaran justru mencerminkan kejelasan sikap dan kepercayaan diri.
- Kelima, menggunakan kata untuk membuka ruang dialog. Bahasa yang mengundang diskusi menciptakan hubungan yang lebih setara dan produktif.
- Keenam, menghindari kata yang memicu peremehkan, seperti permintaan maaf yang berlebihan tanpa alasan jelas. Kesopanan tetap penting, namun perlu diimbangi dengan ketegasan.
- Ketujuh, menjaga konsistensi pola bicara. Sikap yang stabil membantu membangun citra dan menumbuhkan rasa hormat dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, banyak orang bukan kalah karena kurang mampu, melainkan karena kurang cermat memainkan kata. Dengan bahasa yang tepat, posisi dalam percakapan dan dalam kehidupan dapat berubah.(red)
























Tinggalkan Balasan