<p style="text-align: justify;"><em><strong>PASURUAN</strong></em> | <span style="color: #ff0000;"><em><strong>gatradaily.com</strong></em></span> – Polemik Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terus bergulir.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah persoalan tersebut, muncul dugaan adanya pihak-pihak yang sengaja menggiring isu untuk menjatuhkan Kepala Desa Mochamad Fuad sebelum masa jabatannya berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Informasi itu disampaikan seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menduga polemik PTSL bukan semata persoalan administrasi program, melainkan berkaitan dengan kepentingan tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ada staf desa yang diduga terlibat. Mereka sakit hati kepada Pak Kades Fuad karena dianggap tidak sejalan dengan kepentingannya. Bahkan sudah ada skenario untuk melengserkan beliau sebelum masa jabatannya selesai,&#8221; ujar narasumber kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya, program PTSL dijadikan pintu masuk untuk membangun opini negatif terhadap pemerintah desa, khususnya Kepala Desa Mochamad Fuad dan Ketua Panitia PTSL, Nawawi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mereka berharap PTSL gagal sehingga yang disalahkan Pak Kades dan Ketua PTSL. Setelah itu mereka ingin tampil sebagai penyelamat agar mendapat simpati masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Narasumber itu juga mengungkap dugaan adanya ambisi politik di balik polemik tersebut. Ia menuturkan, seseorang berinisial BI disebut pernah menyampaikan keinginan untuk maju sebagai kepala desa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bek aku sido dadi Kades, sampean jaluk opo,&#8221; tutur narasumber, menirukan ucapan yang disebut pernah disampaikan BI kepada salah seorang tokoh masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, sejumlah warga mengaku sempat didatangi beberapa orang yang meminta fotokopi KTP dan tanda tangan terkait polemik PTSL. Namun, mereka mengaku tidak mendapat penjelasan mengenai tujuan pengumpulan data tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya diminta menyerahkan fotokopi KTP dan tanda tangan. Saat saya tanya untuk apa, tidak dijelaskan. Akhirnya saya menolak karena sejak awal tidak ada paksaan dari Pak Kades maupun panitia PTSL,&#8221; ujar seorang warga.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, dugaan lain juga mencuat terkait adanya pihak yang disebut membiayai gerakan dalam polemik PTSL tersebut. Seorang warga bernama Dirwan mengaku mengetahui adanya pendanaan dari seseorang yang disebut sebagai tokoh berada di Desa Randupitu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;“Itu sudah dilaporkan warga Mas. Masalah PTSL ini ada yang membiayai, orang kaya di Randupitu. Sebentar lagi kepala desa, camat, bupati, dan kepala BPN akan dipanggil kejaksaan,” tulis Dirwan dalam pesan WhatsAppnya.(syn/mal)</p>

PASURUAN | gatradaily.com – Sebanyak 117 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten…
PASURUAN | gatradaily.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Garda Indonesia Bersatu (Progib) Kabupaten Pasuruan…
KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Anggota Dra. Hj. Annisah Syakur melakukan kunjungan kerja ke Lembaga…
PASURUAN | gatradaily.com – Rumah milik Hanifah, warga Desa Kurung, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, yang…
PASURUAN | gatradaily.com – Polemik bangunan permanen yang berdiri di atas saluran irigasi milik Dinas…
PASURUAN | gatradaily.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan memberangkatkan 100 calon…