<p style="text-align: justify;"><em><strong>PROBOLINGGO</strong></em> | <em><span style="color: #ff0000;"><strong>gatradaily.com</strong></span></em> – Kepala Desa Wringinanom kecamatan Tongas kabupaten Probolinggo, mendesak Pemkab Probolinggo penggantian Jembatan Darurat Biley dalam proyek penggantian jembatan penghubung antar kecamatan dijalur Tongas &#8211; Lumbang -Sukapura.</p>
<p style="text-align: justify;">Jembatan darurat tipe Bailey yang dipasang nantinya dinilai tidak layak menahan beban ekonomi. Lebar hanya 3 meter, beban maksimal 10 ton, dan sering ambles saat hujan.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-13661" src="https://gatradaily.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260430-WA0008.jpg" alt="" width="533" height="318" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ini urat nadi ekonomi. Beberapa pabrik pengolahan kayu, ternak hingga pupuk pertanian organik yang karyawannya mencapai ribuan orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika pakai jembatan Biley, truk tronton bahan baku tidak bisa lewat, dan ini mempengaruhi operasional pabrik yang tentunya berimbas pada para pekerja yang mayoritas berasal dari desa sekitar, tidak hanya Wringinanom.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya juga mendapat keluhan dari beberapa perusahaan yang ada di wilayah desa Wringinanom agar jembatan darurat pengganti tidak menggunakan Biley.&#8221; untuk hal ini saya juga akan koordinasikan segera ke pelaksana proyek .ungkapnya Kamis [30/4/2026].</p>
<p style="text-align: justify;">Senada dengan kepala desa Wringinanom,Hasyim Ashari salahsatu tokoh masyarakat didesa setempat juga mendesak pergantian jembatan Biley menggunakan gorong gorong atau box culviert.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami ingin jembatan darurat dibuat menggunakan gorong-gorong saja. Kalau pake bailey kami khawatir ambruk seperti yang sering terjadi di luar daerah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Hasyim, Proyek Peningkatan Jembatan Kulak dan Jembatan Krajan III, di Ruas Jalan Tongas-Lumbang-Sukapura harusnya dapat dilaksanakan tanpa mengganggu perputaran ekonomi dan mobiltas kendaraan yang melintas. Mengingat ruas jalan itu merupakan jalur pariwisata menuju gunung Bromo.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kalau mereka ngotot menggunakan Bailey, sudah pasti Bus Pariwisata tidak akan ada yang bisa melintasi jalan ini,&#8221; tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu,awak media mencoba melakukan konfirmasi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah I Kabupaten Probolinggo, Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Probolinggo Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Dinia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya hingga berita ditayangkan belum ada pernyataan apapun dari UPT PJJ Probolinggo. (ze)</p>

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Proyek Pergantian Kulak dan Jembatan Krajan III dengan nilai kontrak Rp7.227.956.153,00…
PASURUAN | gatradaily.com – Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan di Kafe Edelweis, Desa Sengonagung, Kecamatan…
KOTA PASURUAN, gatradaily.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan mengaku tidak mengetahui besaran Pajak Barang…
PASURUAN | gatradaily.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan mulai menerapkan sistem tilang berbasis…
PASURUAN | gatradaily.com – Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Cafe Edelwis, Kecamatan Purwosari,…
PASURUAN | gatradaily.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan menggelar kursus pelatih sepak…