Pemerintahan

Kades Sumber Dawesari Diminta Klarifikasi, Surat Pengosongan Bangunan Dinilai Langkahi Kewenangan

PASURUAN | gatradaily.com – Polemik mencuat di Desa Sumber Dawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, menyusul beredarnya surat permintaan pengosongan bangunan yang dikeluarkan kepala desa. Bangunan tersebut berdiri di atas saluran irigasi yang disebut sebagai aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Surat tersebut menuai protes warga karena bangunan yang diminta dikosongkan telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat berdagang. Warga menilai langkah pemerintah desa tidak tepat dan berpotensi melampaui kewenangan.

“Bangunan di atas saluran itu sudah bertahun-tahun dipakai warga untuk berjualan tahu dan usaha lainnya. Banyak warga menggantungkan ekonomi dari situ,” kata Sodiq, warga Sumber Dawesari, Rabu (14/1/2026).

Sejumlah warga lain juga menyayangkan terbitnya surat tersebut. Mereka menilai penertiban bangunan di atas aset pemerintah daerah seharusnya menjadi kewenangan instansi terkait, bukan pemerintah desa.

Surat pengosongan itu diketahui ditandatangani Kepala Desa Sumber Dawesari, Edi Winarko, serta Ketua BPD, paguyuban, dan pengurus pasar. Langkah tersebut dinilai tidak etis oleh sejumlah tokoh masyarakat.

“Kami heran, apa dasar pemerintah desa mengurusi bangunan yang bukan aset desa,” ujar H Bari, tokoh masyarakat setempat.

Menanggapi hal itu, pegiat pemerintahan sekaligus advokat, Damoanto SH, menegaskan pemerintah desa berpotensi menyalahi aturan. Menurutnya, kewenangan penertiban berada pada pemerintah daerah.

“Jika saluran irigasi merupakan aset pemerintah provinsi atau kabupaten, maka yang berwenang adalah dinas terkait seperti PUPR dan Satpol PP. Pemerintah desa tidak punya kewenangan eksekusi,” jelas Damoanto.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan desa.

“Penertiban atau pembongkaran bangunan, meski dianggap melanggar, tetap menjadi kewenangan Satpol PP sesuai wilayah administrasinya,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Desa Sumber Dawesari terkait polemik tersebut. (ze)

Redaksi

Recent Posts

Pengelolaan Sampah Mandiri Randupitu Menarik Perhatian DPRD Sampang

PASURUAN | gatradaily.com – Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten…

5 jam ago

Skandal Pembangunan Bandara KASA Situbondo: Material Tambang Ilegal Mengancam Proyek Strategis Nasional

SITUBONDO | gatradaily.com — Proyek pembangunan Bandara Kiai As’ad (KASA) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur,…

8 jam ago

LSM Laporkan Dugaan Gratifikasi Rekrutmen THL RSUD Grati ke Polisi

KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Gerakan Rakyat…

10 jam ago

Di Bawah Pimpinan Kapolres AKBP Harto, Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi Terbongkar

PASURUAN | gatradaily.com – Kepolisian Resor Pasuruan membongkar jaringan pengedaran uang palsu lintas kabupaten hingga…

11 jam ago

Ketua LSM AGTIB Soroti Dugaan Truk Berpelat Mati di Proyek Sekolah Rakyat Pasuruan

PASURUAN | gatradaily.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Gerakan Indonesia Bersatu (LSM AGTIB) menyoroti dugaan…

13 jam ago

Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK, Akhir Kontroversi Panjang Kepemimpinannya

SURABAYA | gatradaily.com — Bupati Pati Sudewo akhirnya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi…

14 jam ago