Peristiwa

Early Warning System Probolinggo Dinilai Lemah, Keselamatan Warga Terancam

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Sistem peringatan dini bencana (early warning system/EWS) di Kabupaten Probolinggo dinilai masih lemah dan berpotensi mengancam keselamatan warga.

Sorotan ini disampaikan Syarful Anam, Pembina Ranger Hutan SAE Patenang, menyusul terjadinya bencana banjir yang menelan korban jiwa.

Menurut Syarful, early warning system memiliki peran krusial dalam menyelamatkan nyawa dan meminimalkan dampak bencana. Dengan sistem deteksi dini yang berfungsi baik, masyarakat dapat memperoleh informasi lebih awal mengenai potensi bencana sehingga dapat melakukan langkah pencegahan dan evakuasi secara tepat waktu.

“Informasi kebencanaan seharusnya diterima masyarakat sejak dini. Jika sistem ini berjalan optimal, risiko korban jiwa dapat ditekan,” kata Syarful, Kamis (22/1/2026).

Ia menilai, pemerintah daerah seharusnya memperkuat sistem peringatan dini banjir dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta lembaga terkait lainnya.

Menurutnya, early warning system bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kewajiban pemerintah sebagai bentuk perlindungan terhadap warganya.

Syarful juga mengingatkan bahwa informasi kebencanaan merupakan hak masyarakat dan kewajiban negara. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dalam Pasal 26 ayat (1), disebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib menyediakan informasi kebencanaan yang akurat dan tepat waktu.

“Informasi tersebut harus mencakup potensi bencana, tingkat risiko, serta langkah-langkah yang harus dilakukan masyarakat saat menghadapi bencana,” ujarnya.

Ia menegaskan, lemahnya sistem peringatan dini tidak seharusnya terus berujung pada jatuhnya korban jiwa. Syarful menyinggung peristiwa bencana di Dusun Beji, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, yang menyebabkan warga meninggal dunia.

“Sampai kapan nyawa warga harus menjadi korban sebelum pemerintah benar-benar tanggap?” ujar Syarful dengan nada serius.(red)

Redaksi

Recent Posts

Polantas Menyapa, Cara Satlantas Pasuruan Bangun Dialog dengan Warga

PASURUAN | gatradaily.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan memaksimalkan program “Polantas Menyapa” sebagai…

22 jam ago

DPP YLBH Sarana Keadilan Rakyat Lantik Ketua Yayasan dan Empat Ketua Divisi

PASURUAN | gatradaily.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sarana Keadilan…

23 jam ago

Banjir Terjang Probolinggo, Aktivis Nilai Kinerja OPD Lemah Tangani Bencana

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menuai kritik terkait penanganan bencana banjir dan longsor…

3 hari ago

Banjir Probolinggo Tewaskan Remaja 17 Tahun, Infrastruktur Rusak Parah

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Banjir yang melanda Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (17/1/2025) petang…

4 hari ago

Pengelolaan Sampah Mandiri Randupitu Menarik Perhatian DPRD Sampang

PASURUAN | gatradaily.com – Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten…

5 hari ago

Skandal Pembangunan Bandara KASA Situbondo: Material Tambang Ilegal Mengancam Proyek Strategis Nasional

SITUBONDO | gatradaily.com — Proyek pembangunan Bandara Kiai As’ad (KASA) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur,…

5 hari ago