Pemerintahan

DPD LIRA Bongkar Proyek Tebing Sungai Leces “Asal Jadi,” Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Ada Oknum Media Lindungi Pelaksana

<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;"><em><strong>PROBOLINGGO<&sol;strong><&sol;em> &vert; <span style&equals;"color&colon; &num;ff0000&semi;"><em><strong>gatradaily&period;com<&sol;strong><&sol;em><&sol;span> – Dugaan pengerjaan proyek bermasalah kembali mencuat di Kabupaten Probolinggo&period; Kali ini&comma; proyek pemeliharaan tebing Sungai Leces di Desa Sumber Bulu&comma; Kecamatan Tegal Siwalan&comma; yang berada di bawah kewenangan UPT PSDA Welang Pekalen&comma; menjadi sorotan tajam setelah tim investigasi DPD Lumbung Informasi Rakyat &lpar;LIRA&rpar; Kabupaten Probolinggo menemukan sejumlah kejanggalan di lapangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Hasil investigasi yang dilakukan secara langsung mengungkap dugaan pelaksanaan proyek yang jauh dari standar teknis&period; LIRA menilai pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Gatra Ideal&comma; beralamat di Desa Karangsono&comma; Kecamatan Rembang&comma; Kabupaten Pasuruan&comma; terkesan dikerjakan secara asal-asalan dan berpotensi merugikan keuangan negara&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Ketua DPD LIRA Kabupaten Probolinggo&comma; Sudarsono&comma; menyebut sedikitnya terdapat lima temuan penting yang menjadi indikator kuat adanya dugaan pelanggaran spesifikasi pekerjaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Temuan pertama adalah pemasangan Tiang Penahan Tanah &lpar;TPT&rpar; yang dilakukan dalam kondisi area kerja masih tergenang air&period; Berdasarkan pengamatan di lapangan&comma; tidak ditemukan proses pengeringan maupun penyedotan air sebelum pekerjaan dilakukan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Kondisi seperti ini sangat berisiko terhadap kualitas konstruksi&period; Pekerjaan terlihat dipaksakan tanpa memperhatikan standar teknis&comma;&&num;8221&semi; kata Sudarsono&period; Senin &lpar;22&sol;6&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Temuan kedua berkaitan dengan material yang digunakan&period; Berdasarkan spesifikasi&comma; proyek seharusnya menggunakan batu sungai belah&period; Namun di lapangan&comma; tim menemukan mayoritas material yang digunakan justru berupa batu bulat&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Kalau materialnya berbeda dengan spesifikasi&comma; tentu akan berpengaruh terhadap kekuatan struktur bangunan&period; Ini harus dijelaskan oleh pelaksana maupun pengawas&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Tak hanya itu&comma; aspek keselamatan dan kesehatan kerja &lpar;K3&rpar; juga dinilai diabaikan&period; Seluruh pekerja yang berada di lokasi proyek disebut tidak menggunakan perlengkapan keselamatan standar seperti helm proyek maupun sepatu kerja&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Menurut LIRA&comma; kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek yang dibiayai uang negara&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Keanehan lain muncul saat tim mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak pelaksana&period; Nomor telepon yang tercantum dalam dokumen proyek disebut tidak aktif sehingga menyulitkan proses klarifikasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Sementara itu&comma; sosok penanggung jawab proyek juga disebut tidak pernah terlihat berada di lokasi pekerjaan selama proses investigasi berlangsung&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Pelaksana sulit dihubungi&comma; pengawas tidak terlihat&comma; sementara pekerjaan terus berjalan&period; Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai mekanisme pengawasan proyek&comma;&&num;8221&semi; tegas Sudarsono&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Namun yang paling mengejutkan&comma; kata Sudarsono&comma; tim LIRA mengaku sempat didekati oleh perwakilan pelaksana proyek saat berada di lokasi&period; Dalam pertemuan tersebut&comma; mereka diarahkan untuk berkomunikasi dengan pihak yang disebut sebagai oknum media tertentu&period; Ajakan tersebut langsung ditolak&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Kami datang untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara terbuka&comma; bukan untuk melakukan negosiasi di belakang layar&period; Kalau benar ada pihak yang berupaya melindungi pelaksana proyek dari kritik publik&comma; maka itu sangat berbahaya bagi transparansi&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Pernyataan serupa disampaikan Hermanto dari Lembaga Tameng Perjuangan Rakyat &lpar;Tamperak&rpar;&period; Ia menduga adanya pola yang mengarah pada praktik persekongkolan antara sejumlah pihak sehingga dugaan penyimpangan proyek tidak tersentuh pengawasan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Kalau proyek diduga tidak sesuai spesifikasi tetapi tetap berjalan tanpa koreksi&comma; tentu publik berhak bertanya&period; Siapa yang mengawasi&quest; Siapa yang bertanggung jawab&quest;&&num;8221&semi; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">LIRA dan Tamperak mendesak instansi terkait segera turun tangan melakukan audit teknis menyeluruh terhadap proyek tersebut&period; Mereka juga meminta adanya pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat&comma; mulai dari pelaksana&comma; konsultan pengawas hingga pejabat yang bertanggung jawab terhadap proyek&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Hingga berita ini ditulis&comma; upaya konfirmasi kepada instansi terkait telah dilakukan melalui pesan elektronik&period; Namun belum ada tanggapan resmi yang diberikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Anggaran negara yang digunakan untuk pembangunan tebing sungai seharusnya benar-benar dimanfaatkan demi keselamatan masyarakat&period; Jika ditemukan penyimpangan&comma; maka harus ada audit terbuka dan sanksi tegas bagi pihak yang bertanggung jawab&comma;&&num;8221&semi; pungkas Sudarsono&period;&lpar;ze&rpar;<&sol;p>&NewLine;

Redaksi

Recent Posts

Lapak Seng PKL di Perempatan Kedawung Wetan Grati Dinilai Berbahaya, Warga: “Hampir Terserempet Truk”

PASURUAN | gatradaily.com – Usaha milik PKL di perempatan Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten…

8 jam ago

Polres Pasuruan Kota Gencarkan Patroli di Karanganyar, Sasar Penyakit Masyarakat

PASURUAN | gatradaily.com – Polres Pasuruan Kota menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah…

21 jam ago

Abaikan SMKK, Material Galian Proyek Jalan Tambakrejo-Lumbang Makan Badan Jalan, Pengguna Jalan Terancam

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Proyek Peningkatan Ruas Jalan Tambakrejo - Lumbang R.222 di Kabupaten Probolinggo kembali…

1 hari ago

SAE PATENANG Ucapkan Selamat, Lutfi Andi Firmansyah Nahkodai PSAWI Kota Probolinggo 2026-2030

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Ranger SAE PATENANG menyampaikan ucapan…

2 hari ago

Sengketa Hak Asuh Anak 4 Tahun Masuk Kasasi, LPA dan GM FKPPI Pasuruan Minta MA Pertimbangkan Kepentingan Anak

PASURUAN | gatradaily.com – Sengketa hak asuh anak berinisial JLJ (4) di Kota Pasuruan kini…

3 hari ago

Usai Widi Meninggal Setelah Diamankan Polisi, Keluarga Bantah Cabut Laporan di Polda Jatim

PASURUAN | gatradaily.com – Keluarga almarhum Widi Nur Cahyono, warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten…

3 hari ago