Perangkat Desa Randupitu mengikuti doa bersama “Kamis Pon” di Musala Balai Desa, Kamis (16/4/2026).
<p style="text-align: justify;"><em><strong>PASURUAN</strong></em> | <span style="color: #ff0000;"><em><strong>gatradaily.com</strong></em></span> – Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menghadirkan cara unik dalam menjaga kerukunan sosial sekaligus melestarikan budaya Jawa melalui kegiatan bertajuk “Doa Kamis Pon”.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada Kamis (16/4/2026) pagi, suasana Musholah Balai Desa Randupitu tampak berbeda. Sejak pukul 07.00 WIB, kepala desa bersama seluruh perangkat desa berkumpul dan duduk lesehan mengikuti istigasah serta doa bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan berlangsung khidmat. Lantunan doa yang dipimpin mudin desa menghadirkan suasana tenang, mencerminkan ikhtiar bersama agar kehidupan masyarakat senantiasa diliputi keberkahan dan keharmonisan.</p>
<p style="text-align: justify;">Usai doa bersama, suasana berubah menjadi hangat. Para peserta menikmati hidangan sederhana berupa jajanan pasar dan nasi bungkus, mempererat kebersamaan antarperangkat desa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini Kamis Pon perdana yang kami selenggarakan. Maknanya agar seluruh dusun tetap berpegang pada nilai-nilai rukun Islam,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, penamaan “Kamis Pon” diambil dari penanggalan Jawa yang sarat makna simbolik. Dalam hitungan Jawa, Kamis bernilai 8 dan Pon bernilai 7, sehingga jika dijumlahkan menjadi 15.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Fuad, angka tersebut kemudian dibagi tiga sesuai jumlah dusun di Randupitu, sehingga menghasilkan angka lima yang dimaknai sebagai simbol rukun Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">“Artinya, seluruh dusun di Randupitu diharapkan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai rukun Islam,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penggunaan perhitungan Jawa juga merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tradisi dari leluhur jangan sampai hilang. Ini bagian dari pelestarian budaya,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Fuad menambahkan, kegiatan doa bersama ini sebenarnya telah lama direncanakan, namun baru dapat direalisasikan saat ini. Ke depan, kegiatan tersebut akan digelar secara rutin setiap Kamis Pon dengan mudin desa sebagai penanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini perdana, dan akan menjadi agenda rutin ke depan,” katanya.(syn)</p>

PASURUAN | gatradaily.com – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Pasuruan mengambil langkah cepat untuk menstabilkan…
PASURUAN | gatradaily.com – Musyawarah Cabang (Muscab) VII Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang…
PASURUAN | gatradaily.com – Sebuah rumah dan bedak (bangunan kios) milik Abu Tolib (41) di…
PAMEKASAN | gatradaily.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pamekasan mengungkap kasus dugaan penipuan dan…
PASURUAN | gatradaily.com – Seorang warga Bangil, Kabupaten Pasuruan, Wahyu Nugroho, melaporkan dugaan tindak pidana…
KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Koalisi Masyarakat Pasuruan (KMP) menyoroti kualitas layanan di RSUD dr. Soedarsono…