Peristiwa

Curanmor di Kopontren Nurul Huda Pasuruan, Pelaku Terekam CCTV Saat Korban Bersiap Buka Toko

PASURUAN | gatradaily.com – Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kali ini menimpa Muhamad Rizal, pegawai Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Nurul Huda Rembang 1, Kecamatan Rembang.

Sepeda motor Honda Beat miliknya raib digondol pencuri saat korban tengah bersiap membuka toko, Selasa (24/2/2026) pagi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.49 WIB itu menambah daftar panjang kasus curanmor di kawasan permukiman dan lingkungan lembaga pendidikan keagamaan yang semestinya memiliki pengawasan memadai.

Ironisnya, kejadian berlangsung saat aktivitas pagi mulai ramai, namun pelaku tetap leluasa beraksi tanpa terdeteksi warga sekitar.

Pengurus Kopontren Nurul Huda, Abdurohman, mengungkapkan korban baru saja tiba di lokasi dan masuk ke dalam toko untuk persiapan operasional. Saat keluar beberapa menit kemudian, sepeda motornya sudah tidak berada di tempat semula.

“Korban hanya sebentar di dalam untuk persiapan buka. Begitu keluar, motor sudah tidak ada,” ujar Abdurohman.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) di area toko menunjukkan pelaku berjumlah dua orang. Mereka menjalankan peran berbeda secara terkoordinasi, mengindikasikan aksi yang telah direncanakan dan bukan pencurian spontan.

“Satu pelaku berjaga di tepi jalan memantau situasi, sementara satu lainnya mengeksekusi motor korban,” kata Abdurohman. Motor yang hilang diketahui Honda Beat merah-putih.

Kasus ini memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengamanan lingkungan, terutama di area fasilitas publik dan lembaga keagamaan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Minimnya sistem pengawasan aktif serta ketiadaan penjagaan saat jam rawan dinilai memberi ruang bagi pelaku kejahatan beraksi dengan percaya diri.

Kapolsek Rembang AKP Supriyanto menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan.

“Anggota sudah bergerak di lapangan untuk pendalaman dan memburu pelaku,” ujarnya.

Namun, pernyataan tersebut belum menjawab kekhawatiran warga soal maraknya curanmor yang kerap berulang dengan pola serupa.

Tanpa langkah pencegahan konkret dan peningkatan patroli di titik rawan, masyarakat khawatir kasus serupa akan terus terulang bahkan di lingkungan yang selama ini dianggap relatif aman.(gif/syn)

Redaksi

Recent Posts

Pondasi Gudang Dikerjakan di Lahan LSD, Kades Sebani: Desa Tak Pernah Beri Rekomendasi Tertulis

PASURUAN | gatradaily.com – Pembangunan pondasi gudang plastik di Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan,…

3 jam ago

PT Tirta Fresindo Jaya Apresiasi Siswa Berprestasi SDN Gambir Kuning Pasuruan

PASURUAN | gatradaily.com – PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) Pasuruan Plant 1 memberikan apresiasi kepada…

19 jam ago

Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Air Bersih Tembus 50 Persen

SIDOARJO | gatradaily.com – Perumda Delta Tirta Sidoarjo menargetkan peningkatan cakupan pelayanan air bersih kepada…

20 jam ago

Warga Sidoarjo Diminta Laporkan Pohon Rawan Tumbang, Layanan Pengeprasan Gratis

SIDOARJO | gatradaily.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengimbau…

20 jam ago

Pemkab Pasuruan Terima Hibah Rest Area dan Tengger Cultural Center dari Kementerian PU

PASURUAN | gatradaily.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa…

22 jam ago

Bupati Sidoarjo Minta Dinkes Petakan Kebutuhan 31 Puskesmas

SIDOARJO | gatradaily.com – Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) memetakan kebutuhan fasilitas…

1 hari ago