News

Bongkar..!! Ketua LSM Reformasi dan APKM Minta Polres Tuntaskan Kasus Penimbunan dan Hilangnya Pupuk Bersubsidi Sebanyak 7,1 Ton

Probolinggo | Gatradaily.com – Proses penanganan kasus ditemukannya timbunan pupuk bersubsidi sebanyak 7,1 ton oleh warga di salah satu gudang milik KUD di Desa Sogaan Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo beberapa bulan lalu terpantau masih dilakukan oleh Unit Tipidter (Tindak Pidana Tertentu) Polres Probolinggo. Selasa, (13/6/2023).

Bahkan sejumlah saksi telah dipanggil guna dikonfrontir terkait kasus tersebut. Lepas dari hasil yang didapat oleh penyidik, yang pasti hingga saat ini pihak Polres belum menetapkan tersangka. Terbetik kabar jika sebagian besar saksi yang terdiri dari warga yang ada disekitar TKP tidak mengakui jika mereka mengetahui kejadian tersebut.

Terkait hal ini, Abdul Wahid Ketua LSM Reformasi dan Presiden LSM APKM (Asosiasi Peduli Kesejahteraan Masyarakat) Junaidi Santoso angkat bicara. Menurut kedua aktifis pegiat sosial ini, setelah dilakukan pemanggilan terhadap saksi sudah selayaknya pihak penyidik menyimpulkan status para saksi.

“Kasus ini cukup besar dan banyak menyita perhatian masyarakat Probolinggo, mengingat obyek yang menjadi pemberitaan tersebut merupakan komoditas yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat khususnya para petani, namun keberadaan pupuk dilokasi tersebut diduga menggunakan cara-cara ilegal terlebih ada indikasi dari pihak tertentu untuk menghilangkan barang bukti,” ujar Abdul Wahid.

Lebih lanjut Wahid, meminta agar penyidik bisa menyimpulkan dan menetapkan para tersangka.

“Setelah melalui proses penyidikan atas para saksi ini, setidaknya penyidik bisa menetapkan siapa saja yang berperan dalam aksi penghilangan barang bukti dari lokasi penemuan,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Junaidi Santoso alias Junet. Menurutnya, dari serentetan proses penggalian bukti dan keterangan para saksi dihadapan penyidik, pria ini berharap agar kasus tersebut segera bisa terkuak utamanya siapa aktor intelektual dibalik lenyapnya barang bukti dari lokasi.

“Kami berharap agar kasus ini segera terkuak dan masyarakat bisa melihat hal positif atas kinerja Kepolisian,” kata Junet.

Seperti diketahui lebih lanjut ia mengatakan, penemuan timbunan pupuk bersubsidi jenis Urea yang diduga berasal dari wilayah lain (Pulau Madura) sebanyak 7,1 ton dibekas gudang KUD Desa Soga’an Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, menjadi fenomena yang sempat viral di Kabupaten tersebut. Namun, informasi yang santer dari penemuan atas hilangnya 7,1 ton ini, ternyata yang berhasil ditemukan oleh aparat penegak hukum hanya 1,6 ton.
Penghilangan barang bukti injenyuratkan bahwa para pelaku sudah profesional dan terencana dalam melaksanakan aksi tersebut.

“Pihak Polres Probolinggo layak menyeret semua antek-antek tersangka yang terlibat dalam jaringan penimbunan pupuk tersebut, mereka kan juga ikut membantu mulai dari perencanaan menghilangkan barang bukti sampai menentukan peran masing masing termasuk mengangkut dan menaruh BB disatu lokasi tertentu. Kalau pihak Polres serius atau mau mengembangkan kasus ini, saya analisa dari segi hukum, mereka semua antek-anteknya bisa dijerat secara hukum dengan dikenakan pasal ikut serta menghilangkan barang bukti tindak kejahatan.” Pungkas Abdul Wahid. (Jml).

Redaksi

Recent Posts

Kuasa Hukum BRN Tegaskan Tak Ada Perdamaian dalam Kasus Dugaan Pengeroyokan di Pasuruan

PASURUAN | gatradaily.com – Isu adanya upaya perdamaian dalam kasus dugaan pengeroyokan yang diduga melibatkan…

2 jam ago

Polres Pasuruan Klarifikasi Kendaraan Dinas Masih Gunakan Pelat Nomor Lama

PASURUAN | gatradaily.com – Polres Pasuruan memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai penggunaan pelat nomor lama…

23 jam ago

Polantas Menyapa, Cara Satlantas Pasuruan Bangun Dialog dengan Warga

PASURUAN | gatradaily.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan memaksimalkan program “Polantas Menyapa” sebagai…

2 hari ago

DPP YLBH Sarana Keadilan Rakyat Lantik Ketua Yayasan dan Empat Ketua Divisi

PASURUAN | gatradaily.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sarana Keadilan…

2 hari ago

Early Warning System Probolinggo Dinilai Lemah, Keselamatan Warga Terancam

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Sistem peringatan dini bencana (early warning system/EWS) di Kabupaten Probolinggo dinilai…

4 hari ago

Banjir Terjang Probolinggo, Aktivis Nilai Kinerja OPD Lemah Tangani Bencana

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menuai kritik terkait penanganan bencana banjir dan longsor…

4 hari ago