Categories: PemerintahanPeristiwa

Banjir Terjang Probolinggo, Aktivis Nilai Kinerja OPD Lemah Tangani Bencana

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menuai kritik terkait penanganan bencana banjir dan longsor yang kerap melanda sejumlah wilayahnya.

Aktivis lingkungan menilai respons organisasi perangkat daerah (OPD) masih lamban dan tidak terkoordinasi dengan baik.

Pegiat lingkungan Zainal Arifin menyebut pemerintah daerah belum menunjukkan kesiapsiagaan yang memadai dalam menghadapi bencana ekologis.

Menurut dia, lemahnya koordinasi serta respons yang tidak konsisten justru memperburuk dampak bencana di lapangan.

“Kegagalan ini mencerminkan lemahnya kompetensi pemerintahan dalam menjamin keselamatan warganya. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja OPD mutlak dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Zainal, yang juga pegiat Ranger Hutan SAE PATENANG Probolinggo. Kamis (22/1/2026).

Senada, Pembina Ranger Hutan SAE PATENANG, Sarful Anam, menilai adanya ketimpangan antara gerak cepat kepala daerah dengan kinerja perangkat di bawahnya. Ia mengapresiasi langkah Bupati Probolinggo yang kerap turun langsung ke lokasi bencana, namun menyoroti minimnya kehadiran OPD pascakejadian.

Sarful mencontohkan peristiwa meninggalnya seorang remaja berusia 17 tahun akibat banjir yang merobohkan jembatan di Dusun Beji, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Sabtu (17/1/2025).

Menurutnya, hingga beberapa waktu setelah kejadian, belum terlihat kehadiran OPD maupun pihak kecamatan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas.

“Ini menunjukkan kurangnya kepekaan yang tidak boleh dinormalisasi. Penanganan bencana harus dipertanggungjawabkan secara politik dan hukum,” kata Sarful.

Ia juga menilai lemahnya respons tersebut memperkuat anggapan bahwa sebagian OPD belum menjalankan fungsi pelayanan publik sesuai standar minimal negara hukum, yang seharusnya hadir memberikan perlindungan dan respons cepat kepada masyarakat terdampak.

Di sisi lain, beredar pula kabar mengenai perayaan ulang tahun salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo di gedung dewan di tengah situasi bencana. Hal itu, menurut Sarful, menambah kekecewaan publik dan dinilai mencerminkan minimnya empati pejabat terhadap warga yang tengah berjuang menghadapi dampak banjir.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyatakan pemerintah daerah telah melakukan asesmen di lokasi jembatan ambruk tersebut. Ia memastikan langkah lanjutan akan segera dilakukan.

“Saat ini sudah dilakukan asesmen. Tahap berikutnya adalah pembersihan puing-puing jembatan sebagai persiapan pembangunan jembatan darurat,” kata Ugas saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.(syn/ze).

Redaksi

Recent Posts

Polantas Menyapa, Cara Satlantas Pasuruan Bangun Dialog dengan Warga

PASURUAN | gatradaily.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan memaksimalkan program “Polantas Menyapa” sebagai…

22 jam ago

DPP YLBH Sarana Keadilan Rakyat Lantik Ketua Yayasan dan Empat Ketua Divisi

PASURUAN | gatradaily.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sarana Keadilan…

23 jam ago

Early Warning System Probolinggo Dinilai Lemah, Keselamatan Warga Terancam

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Sistem peringatan dini bencana (early warning system/EWS) di Kabupaten Probolinggo dinilai…

3 hari ago

Banjir Probolinggo Tewaskan Remaja 17 Tahun, Infrastruktur Rusak Parah

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Banjir yang melanda Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (17/1/2025) petang…

4 hari ago

Pengelolaan Sampah Mandiri Randupitu Menarik Perhatian DPRD Sampang

PASURUAN | gatradaily.com – Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten…

5 hari ago

Skandal Pembangunan Bandara KASA Situbondo: Material Tambang Ilegal Mengancam Proyek Strategis Nasional

SITUBONDO | gatradaily.com — Proyek pembangunan Bandara Kiai As’ad (KASA) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur,…

5 hari ago