Pemerintahan

Anggaran Nguri-uri Budaya Lenyap, Poros Tengah Gruduk BAPPERIDA: “Efisiensi Jangan Jadi Senjata Bunuh Kebudayaan!”

<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;"><em><strong>KOTA PASURUAN<&sol;strong><&sol;em> &vert; <span style&equals;"color&colon; &num;ff0000&semi;"><em><strong>gatradaily&period;com<&sol;strong><&sol;em><&sol;span> – Aliansi Poros Tengah Pasuruan Raya mendatangi Kantor Bapperida Kota Pasuruan&comma; Rabu &lpar;8&sol;7&sol;2026&rpar;&period; Mereka memprotes hilangnya alokasi anggaran kegiatan pelestarian budaya atau nguri-uri budaya dalam APBD 2026&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Massa menilai penghapusan anggaran tersebut berdampak langsung terhadap keberlangsungan berbagai kegiatan seni dan budaya di Kota Pasuruan&period; Mereka menyebut sejumlah kegiatan seperti barongan&comma; bantengan&comma; pencak silat hingga tari tradisional tidak lagi memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Koordinator aksi&comma; Saiful Arif&comma; mengatakan alasan efisiensi anggaran yang digunakan pemerintah tidak seharusnya mengorbankan sektor kebudayaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Selama lebih dari lima tahun kegiatan nguri-uri budaya selalu ada&period; Tahun ini anggarannya menjadi nol rupiah dengan alasan efisiensi&period; Sementara proyek fisik dan pokok pikiran &lpar;Pokir&rpar; masih tetap berjalan&period; Ini efisiensi yang tebang pilih&comma;&&num;8221&semi; ujar Saiful di hadapan jajaran Bapperida&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Menurut Poros Tengah&comma; berdasarkan perbandingan Rencana Kerja dan Anggaran &lpar;RKA&rpar; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2025 dengan 2026&comma; sejumlah kegiatan pelestarian budaya yang sebelumnya tercantum kini tidak lagi dianggarkan&period; Yang tersisa hanya kegiatan yang bersifat administratif&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Kondisi tersebut&comma; kata mereka&comma; menimbulkan keresahan di kalangan sanggar seni&comma; komunitas sejarah&comma; hingga pelaku budaya karena tidak adanya dukungan program maupun stimulus dari pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Menanggapi tuntutan tersebut&comma; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan&comma; Riset dan Inovasi Daerah &lpar;Bapperida&rpar; Kota Pasuruan&comma; Kokoh Arie Hidayat&comma; menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan menentukan rincian program pada masing-masing organisasi perangkat daerah &lpar;OPD&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Menurut Kokoh&comma; Bapperida hanya melakukan penyusunan dan reviu dokumen perencanaan serta pagu indikatif&period; Sementara penentuan program dan penganggaran berada di tangan pengguna anggaran atau kuasa pengguna anggaran di masing-masing OPD&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Kewenangan penuh menentukan program dan anggaran ada pada Pengguna Anggaran atau Kuasa Pengguna Anggaran masing-masing OPD&period; Bapperida tidak bisa mengintervensi rincian belanja&period; Silakan ditanyakan kepada Disdikbud mengapa kegiatan kebudayaan tidak diusulkan&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari massa aksi&period; Mereka menilai Bapperida tetap memiliki tanggung jawab memastikan perencanaan OPD selaras dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah &lpar;RPJMD&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Poros Tengah mengacu pada ketentuan mengenai sinkronisasi perencanaan daerah dan menyebut RPJMD Kota Pasuruan 2021–2026 memuat penguatan jati diri budaya sebagai salah satu prioritas pembangunan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&&num;8220&semi;Kalau Bapperida lepas tangan&comma; lalu siapa yang memastikan amanat RPJMD dijalankan&quest; Jangan sampai pelestarian budaya justru terabaikan&comma;&&num;8221&semi; ujar Yudi Buleng dari Forum Barisan Rakyat Pasuruan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Melalui aksi tersebut&comma; Poros Tengah meminta Pemerintah Kota Pasuruan kembali mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pelestarian budaya agar komunitas seni dan budaya tetap mendapat ruang pembinaan serta dukungan dalam menjaga warisan budaya daerah&period;&lpar;ze&rpar;<&sol;p>&NewLine;

Redaksi

Recent Posts

“Linggo Lungguh” Hidupkan Stadion Bayuangga, SEMIPRO 2026 Targetkan 150 Ribu Pengunjung dan Transaksi UMKM Rp20 Miliar

KOTA PROBOLINGGO | gatradaily.com – Stadion Bayuangga disulap menjadi pusat pesta rakyat selama 10 hari…

7 jam ago

Berkas Belum Lengkap, Mediasi Gugatan PTSL Randupitu di PN Bangil Kembali Ditunda

PASURUAN | gatradaily.com – Proses mediasi dalam perkara gugatan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)…

24 jam ago

Aliansi Bongkar Dugaan Tambang Ilegal di Probolinggo, APH Diminta Telusuri Rantai Pasok Semen

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Dugaan praktik pertambangan ilegal kembali mencuat di Kabupaten Probolinggo. Kali ini,…

1 hari ago

Kasus Dugaan Penyalahgunaan KTP Seret Oknum Advokat, Kuasa Hukum Korban: Jangan Sampai Tebang Pilih

PAMEKASAN | gatradaily.com – Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan identitas kependudukan (KTP) yang menyeret seorang oknum…

2 hari ago

Insiden Peluru Misterius Hantam Rumah Warga Alastlogo Lagi, BEM Ancam Aksi Besar-besaran

PASURUAN | gatradaily.com – Insiden jatuhnya proyektil peluru misterius yang menembus atap dapur rumah warga…

2 hari ago

Tak Kunjung Direspons Pemkab, Ki Demang Community Surati Gubernur Jatim soal SMA/SMK Negeri di Kanigoro

BLITAR | gatradaily.com – Sepekan setelah memasang banner berisi surat terbuka kepada Bupati dan Ketua…

2 hari ago