PASURUAN | gatradaily.com – Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dinilai menjadi inspirasi dalam pengembangan konsep desa digital di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Jagongan Wakil Rakyat (Jawara) bertajuk Inspirasi Desa Digital yang digelar di Pendopo Balai Desa Randupitu, Rabu (18/2/2026).

Diskusi yang berlangsung hampir dua jam tersebut membahas potensi, tantangan, serta urgensi digitalisasi dalam pembangunan desa ke depan.

Hadir sebagai narasumber tiga anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, yakni Nik Sugiharti (Fraksi Golkar), Kasiman (Fraksi Gerindra), dan Sugianto (Fraksi PDI Perjuangan).

Selain paparan kebijakan, Pemerintah Desa Randupitu juga menampilkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat yang telah dipasarkan melalui platform digital.

Dalam pemaparannya, Nik Sugiharti menegaskan bahwa digitalisasi desa bukanlah program yang dipaksakan, melainkan harus lahir dari kemauan dan kesiapan masing-masing desa.

“Desa itu majemuk, ada yang siap dan ada yang belum. Digitalisasi bukan paksaan, tetapi kemauan. Randupitu dipilih karena mampu menginspirasi Pemkab Pasuruan hingga mendorong seluruh desa menuju Desa Digital,” ujarnya.

Ia menilai perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda, termasuk melalui format konten digital seperti podcast yang dinilai efektif menjangkau anak muda.

“Saat ini generasi muda lebih banyak mengakses informasi melalui gawai. Format podcast seperti kegiatan ini bisa menjadi media edukasi tentang digitalisasi, pemerintahan, politik, maupun budaya,” katanya.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menyampaikan bahwa konsep Desa Digital di wilayahnya telah dirancang sejak lama. Implementasinya dimulai dari pembangunan situs web desa hingga pengelolaan bank data mandiri berbasis desa.

“Kami memiliki web dan bank data sendiri, tidak bergabung dalam hosting pihak lain karena di dalamnya memuat data warga. Keamanan data menjadi prioritas,” jelas Fuad.

Menurut dia, tujuan utama digitalisasi di Randupitu bukan sekadar menjadi contoh, melainkan mendorong kemajuan desa melalui pelibatan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.

“Kalau disebut menginspirasi, kami bersyukur. Namun tujuan kami adalah kemajuan desa dengan melibatkan anak muda. Tanpa digitalisasi, desa akan tertinggal dari daerah lain,” tegasnya.

Fuad menambahkan, program desa digital mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Ia optimistis, dengan sinergi lintas pihak, transformasi digital desa akan menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan zaman.

“Transformasi digital di desa bukan semata soal teknologi, tetapi perubahan pola pikir, partisipasi generasi muda, dan komitmen bersama membangun desa,” pungkasnya.(gif/syn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *