Bisnis

Warga Capang Resah: Acara Cek Sound Dituding Sebabkan Pungutan dan Ganggu Aktivitas Warga

<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;"><em><strong>PASURUAN<&sol;strong><&sol;em> &vert; <em><span style&equals;"color&colon; &num;ff0000&semi;"><strong>gatradaily&period;com<&sol;strong><&sol;span><&sol;em> – Warga Desa Capang&comma; Kecamatan Purwodadi&comma; Pasuruan&comma; mengeluhkan pelaksanaan acara <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;gatradaily&period;com&sol;satreskrim-polres-pasuruan-ungkap-27-kasus-premanisme-selama-operasi-pekat-ii-semeru-2025&sol;">Cek Sound<&sol;a> atau yang dikenal sebagai Sound Horeg yang digelar Sabtu malam &lpar;17&sol;5&sol;2025&rpar; pukul 19&period;00 WIB di lapangan desa setempat&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Acara yang bertajuk Gebyar Seni Musik&comma; Seni Budaya Bantengan &lpar;<a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;vt&period;tiktok&period;com&sol;ZShV8F68b&sol;">Mberot<&sol;a>&rpar;&comma; dan Pemberdayaan UMKM ini justru menuai sorotan tajam dari masyarakat karena dianggap memberatkan dan merugikan warga&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Keluhan warga mencuat di media sosial&comma; salah satunya disampaikan melalui unggahan di <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;x&period;com&sol;Gatra&lowbar;Daily&sol;status&sol;1923797412671590540&quest;t&equals;&lowbar;utqGASZas&lowbar;Uxwidzue7cA&amp&semi;s&equals;19">Facebook<&sol;a> yang menyoroti pungutan tiket masuk sebesar Rp10&period;000&comma; bahkan kepada warga asli Capang&period; Tak hanya itu&comma; akses jalan di sekitar lokasi acara ditutup&comma; sehingga menyulitkan mobilitas warga&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&OpenCurlyDoubleQuote;Saya hanya ingin membeli susu untuk anak saya&comma; tapi tidak diizinkan lewat jika tidak membayar&period; Padahal saya sudah bilang tidak bermaksud menonton&period; Suami saya yang baru pulang kerja pun terpaksa memutar jalan karena tidak membawa uang&comma;” tulis seorang warga dalam unggahan yang kini viral&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Kritik semakin meluas ketika sejumlah warga menganggap tindakan panitia sebagai bentuk pungutan liar&period; Seorang pengusaha servis HP bahkan menyatakan akses menuju tempat usahanya terganggu akibat penutupan jalan oleh panitia acara&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Saat dikonfirmasi&comma; Edi&comma; salah satu warga sekitar lokasi acara&comma; membenarkan bahwa pengunjung dikenakan tarif masuk dengan nominal berbeda&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau warga Capang ingin melihat sound horeg&comma; dikenakan Rp10&period;000&period; Untuk warga luar&comma; tarifnya Rp20&period;000&period; Tapi jika ingin masuk ke tengah lapangan untuk melihat cek sound&comma; biayanya Rp30&period;000&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Warganet turut menyesalkan kurangnya sosialisasi dari panitia dan tidak adanya mekanisme yang membedakan antara warga lokal dan pendatang&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">&OpenCurlyDoubleQuote;Ini desa kami&period; Seharusnya panitia bisa mengidentifikasi mana warga Capang dan mana bukan&comma; jangan semua dipukul rata&comma;” keluh seorang pengguna Facebook&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Hingga berita ini diturunkan&comma; awak media masih berupaya mengonfirmasi Kepala Desa Capang untuk mendapatkan klarifikasi&period; Namun&comma; suasana yang ramai di lokasi acara menyulitkan proses wawancara&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Acara Sound Horeg dan pertunjukan budaya Bantengan &lpar;Mberot&rpar; rencananya akan berlangsung selama dua hari&comma; Sabtu dan Minggu&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; justify&semi;">Namun&comma; banyak warga berharap agar penyelenggara memperhatikan dampak sosial dari kegiatan tersebut&comma; khususnya yang berkaitan dengan kenyamanan dan hak warga desa&period; &lpar;Syn&sol;mal&rpar;<&sol;p>&NewLine;

Redaksi

Recent Posts

Satpol PP Imbau Warkop di Gempol 9 Matikan Musik Selama Ramadhan

PASURUAN | gatradaily.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan mengimbau sejumlah warung…

3 jam ago

Satlantas Polres Pasuruan dan Komunitas Ojol Bangil Gelar Ngabuburit Sambil Bagi Takjil

PASURUAN | gatradaily.com – Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan menggelar kegiatan ngabuburit bersama…

8 jam ago

Semarak Pondok Ramadhan Randupitu, 250 Takjil Dibagikan hingga Sholat Berjamaah Perdana di Balai Desa

PASURUAN | gatradaily.com – Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menggelar kegiatan Pondok Ramadhan…

8 jam ago

Kompensasi Jalan dari Tambang di Desa Tanjung Rejo Disalurkan, Perbaikan Jalan Dilakukan Berkala

PROBOLINGGO | gatradaily.com – Kompensasi jalan dari aktivitas tambang di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Tongas,…

11 jam ago

Kades Kluwut Bantah Terlibat Kasus Dugaan Penggelapan Innova Reborn

PASURUAN | gatradaily.com – Kepala Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, M. Yusuf Hasim, membantah…

2 hari ago

Purwodadi Bersholawat Bersama Kapolres Pasuruan, Santuni 100 Anak Yatim

PASURUAN | gatradaily.com – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan “Purwodadi Bersholawat” bersama Kapolres…

2 hari ago