<p><em><strong>TULUNGAGUNG</strong></em> | <span style="color: #ff0000;"><em><strong>gatradaily.com</strong></em></span> – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung menggelar <a href="https://gatradaily.com/lapas-kelas-iib-pasuruan-telah-sediakan-air-layak-konsumsi-yang-sesuai-standar-dari-dinkes/">Upacara Kesadaran</a> Berbangsa dan Bernegara pada Senin (17/02). Upacara ini bertujuan menanamkan nilai kebangsaan dan memperkuat semangat <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Nasionalisme">nasionalisme</a> bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Seluruh petugas dan WBP Lapas Tulungagung mengikuti upacara dengan khidmat.</p>
<p>Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap Pancasila sebagai dasar negara serta pelaksanaan hak dan kewajiban bagi WBP.</p>
<p>“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita semua bertanggung jawab menjaga persatuan dan kesatuan. Nilai luhur seperti gotong royong, keadilan, dan persatuan harus tetap dijunjung tinggi, meskipun berada di dalam Lapas,” ujar Ma’ruf.</p>
<p>Upacara dimulai pukul 07.30 WIB dengan suasana yang penuh semangat. Para peserta upacara mengikuti rangkaian kegiatan dengan disiplin. Salah satu agenda utama adalah pembacaan Catur Dharma Narapidana yang diikuti dengan penuh perhatian oleh seluruh WBP. Pembacaan ini bertujuan menanamkan kesadaran akan hak dan kewajiban mereka dalam lingkungan pemasyarakatan serta dalam kehidupan bermasyarakat setelah bebas nanti.</p>
<p>Pembacaan Catur Dharma selaras dengan perintah harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan poin ke-4, yaitu memastikan bahwa pelayanan, pembinaan, dan pengamanan dalam pemasyarakatan terus meningkat dari waktu ke waktu.</p>
<p>Ma’ruf menegaskan bahwa upacara ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya membentuk karakter yang lebih baik bagi WBP. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa mereka masih memiliki peran penting dalam menjaga kedamaian dan berkontribusi untuk Indonesia,” tambahnya.</p>
<p>Upacara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan WBP. Setelah itu, para petugas dan WBP berfoto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat nasionalisme dapat tumbuh di mana saja, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. <strong>(Syn) </strong></p>

PASURUAN | gatradaily.com – Dugaan ketidaksesuaian penggunaan anggaran di Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan,…
PASURUAN | gatradaily.com – Penindakan terhadap peredaran rokok ilegal yang dilakukan Bea Cukai Pasuruan di…
PASURUAN | gatradaily.com – DPRD Kabupaten Pasuruan akan menindaklanjuti usulan tambahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)…
KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan membantah adanya kerja sama pengawasan…
PASURUAN | gatradaily.com – Polemik terkait pengelolaan uang kas Pasar Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten…
LUMAJANG | gatradaily.com – Aktivitas produksi di PT Sengon Hijau Lestari yang berlokasi di Dusun…