Ilustrasi: Samsul Arif terduga pelaku penganiayaan mengalami luka usai diduga dihakimi warga di Desa Kedungboto, Beji, Pasuruan, Senin (23/2/2026).
<p style="text-align: justify;"><em><strong>PASURUAN</strong></em> | <span style="color: #ff0000;"><em><strong>gatradaily.com</strong></em></span> – Seorang pria bernama Samsul Arif (34), warga Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, diamankan polisi setelah diduga menganiaya Kepala Desa Kedungboto, Subandi, Senin (23/2/2026) siang.</p>
<p style="text-align: justify;">Samsul sempat menjadi sasaran amuk warga setelah melarikan diri dari lokasi kejadian di Balai Desa Kedungboto.</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota Polsek Beji, Ludfi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihaknya mengamankan Samsul dari aksi pengeroyokan warga yang tersulut emosi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iya benar, kami mengamankan Samsul Arif dari pengeroyokan warga yang saat itu sedang marah,” ujar Ludfi saat dikonfirmasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi ketika Subandi tengah menggelar rapat bersama perangkat desa di kantor balai desa. Tiba-tiba, Samsul datang dan meludahi korban.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kejadian tersebut, sejumlah perangkat desa bersama anak kepala desa berupaya melerai karena Samsul disebut hendak memukul korban.</p>
<p style="text-align: justify;">“Karena Samsul ini mau memukul Pak Kades, oleh anaknya langsung dicegah,” kata Ludfi.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski sempat dicegah, Samsul berhasil melarikan diri. Tidak terima ayahnya diludahi dan dipukul, anak kepala desa bersama warga kemudian mencari keberadaan terduga pelaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Samsul akhirnya ditemukan di jalan desa setempat. Warga yang emosi langsung menghajarnya hingga polisi datang dan mengamankan pelaku dari lokasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut keterangan polisi, Samsul kerap membuat keributan di lingkungan desa. Hal itu membuat sebagian warga menduga ia mengalami gangguan kejiwaan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan secara medis.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalau dibilang gila, tidak ada surat keterangan dari rumah sakit jiwa,” ucap Ludfi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, Subandi meminta aparat penegak hukum memproses kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menyebut, tindakan Samsul bukan kali pertama terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pertama, kaca depan mobil truk milik saya dipecahkan dengan lemparan. Kedua, saya diludahi dan dipukul hingga mengenai hidung dan mengeluarkan darah,” ungkap Subandi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain dirinya, kata Subandi, ada warga lain yang juga pernah menjadi korban ulah Samsul. Ia berharap polisi menahan pelaku agar situasi desa tetap aman dan kondusif.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami ingin polisi menahan dan memproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Kalau ditahan, Desa Kedungboto akan lebih aman dan kondusif,” katanya.(gif/syn)</p>

PASURUAN | gatradaily.com – Kepolisian Resor Pasuruan mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan gas LPG bersubsidi di…
PASURUAN | gatradaily.com — Rumah milik Soleh (57), warga Dusun Sumber Telur, Desa Kedungrejo, Kecamatan…
PASURUAN | gatradaily.com — Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati…
PASURUAN | gatradaily.com – DPRD Kabupaten Pasuruan menggelar rapat paripurna penyampaian rekomendasi komisi-komisi terhadap Laporan…
PASURUAN | gatradaily.com – Pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah kembali menjadi perhatian publik,…
TULUNGAGUNG | gatradaily.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung menggelar tes urine bagi petugas…