<p style="text-align: justify;"><em><strong>PASURUAN</strong></em> | <span style="color: #ff0000;"><em><strong>gatradaily.com</strong></em></span> – Kebijakan pemasangan pagar baru di lingkungan SMP Negeri 1 Bangil, Kabupaten Pasuruan, menuai kritik dari sejumlah aktivis dan pegiat kontrol sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah yang diklaim untuk menertibkan siswa agar tidak jajan di pedagang kaki lima (PKL) di luar sekolah itu dinilai tidak tepat sasaran dan berpotensi mengganggu ruang publik.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-12054" src="https://gatradaily.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251211-WA0009.jpg" alt="" width="2560" height="1431" /></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu suara penolak datang dari Sugito, aktivis senior sekaligus warga Bangil. Ia menyampaikan tiga keberatan utama terkait pembangunan pagar yang kini memanjang di tepi jalan depan sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sugito menilai pemasangan pagar bukan solusi untuk menghentikan siswa keluar lingkungan sekolah saat jam istirahat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pagar bukan jaminan. Siswa bisa saja keluar dari pintu lain. Yang lebih efektif adalah pembinaan oleh wali kelas, penegakan sanksi, dan pemantauan dengan CCTV,” ujarnya, Kamis (11/12/25).</p>
<p style="text-align: justify;">Keberatan kedua berkaitan dengan status lahan. Menurut Sugito, area yang kini dipagar bukan sepenuhnya aset sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Itu bukan tanah SMPN 1 Bangil. Di belakang pagar ada saluran irigasi. Keliru jika fasilitas umum dipagari dengan alasan mengatur aktivitas jajan siswa,” tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sugito juga menilai pagar justru menghadirkan masalah tambahan. Ruang antara pagar dan badan jalan kini tersisa sekitar satu meter. Area sempit itu, kata dia, dimanfaatkan PKL untuk berjualan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kondisi ini membuat siswa yang jajan berada di jalur sangat sempit, langsung berhadapan dengan jalan raya yang merupakan jalur cepat. Risiko kecelakaan sangat tinggi,” tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengingatkan bahwa sekolah harus siap bertanggung jawab secara hukum jika insiden terjadi akibat kondisi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sugito mengaku telah menyampaikan laporan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Namun, ia menilai tidak ada respons tegas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kadis menyuruh saya ke Kabid, dan Kabid meminta saya kembali ke sekolah. Saya justru meminta Kadis turun langsung melihat lokasi karena kondisinya sangat rawan,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menegaskan bahwa penertiban perilaku siswa tidak semestinya dilakukan dengan cara yang mengorbankan akses publik maupun keselamatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga berita ini ditayangkan, pihak SMP Negeri 1 Bangil belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada kepala sekolah juga belum mendapat respons.(ze/syn)</p>

PASURUAN | gatradaily.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Pasuruan menangkap tiga orang terduga pengedar narkotika…
PASURUAN | gatradaily.com – Karang Taruna Sakerra Muda Desa Randupitu, Kabupaten Pasuruan, kembali menggelar kegiatan…
PASURUAN | gatradaily.com – Suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek,…
PASURUAN | gatradaily.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil bersama Palang Merah Indonesia menggelar…
PAMEKASAN | gatradaily.com – Polres Pamekasan resmi menetapkan seorang oknum lora berinisial MMS sebagai tersangka…
PASURUAN | gatradaily.com — Semangat berbagi pada bulan suci Ramadan ditunjukkan Tim Penggerak PKK bersama…