Aspal Dana Desa di Desa Purut, Lumbang, rusak parah meski baru beberapa bulan dikerjakan.
<p style="text-align: justify;"><em><strong>PROBOLINGGO</strong></em> | <span style="color: #ff0000;"><em><strong>gatradaily.com</strong></em></span> – Proyek pengaspalan jalan yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, menuai sorotan warga.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasalnya, jalan yang belum genap setahun dikerjakan itu kini sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantauan warga, kondisi aspal tampak mengelupas, berlubang, bahkan ditumbuhi rumput liar di bagian tengah jalan. Kerusakan tersebut memicu dugaan proyek dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini aspal apa tempelan? Hujan dua kali langsung hancur. Rumput malah subur di tengah jalan,” ujar salah satu warga, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya warga, Koalisi Masyarakat Peduli Pembangunan (KMP) Probolinggo juga ikut menyoroti proyek tersebut. Mereka mengaku telah melayangkan surat permintaan klarifikasi resmi kepada Kepala Desa Purut.</p>
<p style="text-align: justify;">Surat itu juga ditembuskan ke Kecamatan Lumbang hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam surat tersebut, KMP meminta penjelasan terkait nilai proyek, volume pekerjaan, RAB, nama pelaksana, hingga dugaan pengerjaan di beberapa titik yang disebut tidak sesuai spesifikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun hingga kini, surat klarifikasi tersebut belum mendapat tanggapan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kita hormati prosedur, kirim surat baik-baik. Tapi kalau didiamkan, berarti ada yang ditutupi. Dana Desa itu uang rakyat. Masa empat bulan sudah rusak?” kata perwakilan KMP Probolinggo, A. Rohman.</p>
<p style="text-align: justify;">Rohman juga menilai sikap Kepala Desa Purut yang dinilai tidak kooperatif dan kurang transparan menimbulkan pertanyaan publik terhadap pelaksanaan pembangunan desa.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia turut menyoroti sikap pihak kecamatan yang dinilai seharusnya dapat merespons secara profesional meski hanya menerima surat tembusan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jangan diam seolah mendukung sikap kepala desa yang tidak mau membuka akses publik pada pelaksanaan anggaran negara,” tegasnya.(ze)</p>

PASURUAN | gatradaily.com – Upaya digitalisasi pelayanan publik kini mulai diterapkan hingga tingkat desa. Pemerintah…
PASURUAN | gatradaily.com – Audiensi Aliansi Poros Tengah soal PBJT Tenaga Listrik di Bapenda Kab.…
PASURUAN | gatradaily.com – Dugaan perbuatan tak pantas di area parkir kompleks Pemerintah Kabupaten Pasuruan…
PASURUAN | gatradaily.com – Oknum pegawai Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan diduga melakukan tindakan asusila di…
PROBOLINGGO | gatradaily.com – Pembina Ranger Hutan Sae-Patenang, Sarful Anam, mengapresiasi langkah Satreskrim Polres Probolinggo…
KOTA PASURUAN | gatradaily.com – Polres Pasuruan Kota mengintensifkan pemeriksaan higienitas makanan dalam pelaksanaan program…